Berbagi Ilmu Pengetahuan, selamat melihat semoga bermanfaat

  • RSS
  • Skype
  • Facebook
  • Yahoo

Twitter

Kemenangan Dramatis Antarkan Muenchen ke Final

Author nofrijon harianja - -
Home » Kemenangan Dramatis Antarkan Muenchen ke Final

LIGA CHAMPIONS
Kemenangan Dramatis
Antarkan Muenchen ke Final


Jumat, 27 April 2012

MADRID (Suara Karya): Manuel Neuer menjadi pahlawan bagi Bayern Muenchen dalam merebut tiket ke final Liga Champions setelah mengalahkan Real Madrid 3-1 lewat adu penalti yang dramatis di Santiago Bernabeu, Spanyol, Rabu atau Kamis (26/4) WIB.
Muenchen akan menghadapi Chelsea di markas mereka sendiri, Allianz Arena, di Muenchen pada final 19 Mei nanti. Keberhasilan Muenchen juga menutup dominasi Spanyol pada Liga Champions setelah sehari sebelumnya Chelsea sukses menyingkirkan Barcelona.
Penampilan terakhir Muenchen di final adalah pada dua tahun silam, ketika mereka kalah 0-2 di tempat yang sama, dari Inter Milan yang saat itu dilatih Jose Mourinho.
Muenchen dan Madrid harus menjalani pertarungan melelahkan dalam semifinal seri II. Madrid sebenarnya unggul 2-1 pada waktu normal. Namun karena pada seri I Muenchen juga unggul 2-1 maka pertandingan harus dilanjutkan dengan perpanjangan waktu. Karena skor tetap tidak berubah maka Muenchen dan Madrid harus menjalani adu penalti.
Kiper Muenchen menggagalkan dua tendangan penalti kubu Real, yakni dari Cristiano Ronaldo dan Kaka, dan tendangan Sergio Ramos melambung tinggi di atas mistar gawang, sebelum Bastian Schweinsteiger mengalahkan rasa cemasnya untuk membawa juara Eropa empat kali tersebut melaju ke final.
Pada 15 menit pertama Ronaldo mencetak dua gol untuk Real, sebelum Arjen Robben mencetak satu gol balasan pada babak pertama, untuk membuat skor agregat menjadi imbang 3-3.
Ketika para pemain berangsur-angsur merasa kelelahan, sangat jelas bahwa pemenang pertandingan ini akan ditentukan melalui adu penalti. Ini merupakan untuk ketiga kalinya adu penalti menjadi penentu kemenangan pada era Liga Champions (sebelumnya ajang ini bernama Piala Champions).
Semifinal Liga Champions kali ini mencetak peristiwa besar ketika dua pemain terbaik dunia gagal mamanfaatkan tendangan penalti yang menyebabkan klub kelas berat Spanyol Real Madrid dan Barcelona tersingkir dari kompetisi Liga Champions.
Setelah Pemain Terbaik Dunia Tahun Ini Lionel Messi gagal menjebol gawang lawan ketika Berca berhadapan di semi final melawan Chelsea, Selasa, giliran pemain Real Cristiano Ronaldo harus gigit jari karena bola tendangannya dijinakkan Manuel Neuer, Rabu, dalam drama adu penalti yang membawa Muenchen maju ke putaran final bulan depan.
Ronaldo juga gagal ketika melakukan hal sama untuk bekas klubnya Manchester United ketika melawan Chelsea di final Liga Champions 2008, tetapi timnya meraih hal sama ketika Edwin van der Sar memblok usaha Nicolas Anelka. Kali ini, pemain termahal dunia itu, ketika Real harus merogoh kocek untuk mendapatkannya dari United dengan nilai 94 juta euro (123,93 juta dolar) pada 2009, hanya menyaksikan dengan lunglai, termasuk ketika Neuer juga menghentikan tendangan Kaka, Sergio Ramos menendang ke atas mistar, kemudian Bastian Schweinsteiger sukses membawa klub Jerman itu ke putaran final.
"Anda sesekali akan gagal dalam usaha Anda," kata pelatih Real Madrid Jose Mourinho dalam wawancara televisi, "Setelah bermain dua jam, kemudian diakhiri dengan tendangan penalti, merupakan pekerjaan berat dan tidak mudah."
Pemain unik Ronaldo berhasil menendang 13 kali dari titik putih kompetisi Liga Champions dan La Liga musim ini dan dua gol pada masa normal, membuat golnya musim ini menjadi 56 dalam semua kompetisi, tujuh angka di bawah Messi. Ronaldo meraih penghargaan Pemain Terbaik Dunia 2008, sebelum pemain Argentina Messi meraih tiga penghargaan sama berurutan dan kelihatannya kedua pemain itu bersaing sebagai calon untuk mendapatkan penghargaan tahun depan.
"Saya tidak ingin menjadi pemain radikal seperti kata orang, pemain ini lebih baik dan yang itu lebih buruk," kata Mourinho. "Kita berbicara tentang dua orang unik, Cristiano dan Messi," kata mantan pelatih Porto, Chelsea dan Inter Milan itu, yang usahanya membawa Real memenangi makhkota Eropa ke-10 kalinya berakhir di semi final untuk kedua kalinya. "Bagi saya, mudah untuk mengatakan musim ini Cristiano lah yang terbaik, tetapi terbaik dari beberapa sisi. Ia gagal menendang penalti di semi final Liga Champions, Messi juga," katanya. (AFP/Rtr/Ant/AP/Gungde Ariwangsa)