Berbagi Ilmu Pengetahuan, selamat melihat semoga bermanfaat

  • RSS
  • Skype
  • Facebook
  • Yahoo

Twitter

Tika Dijemput Maut Dua Hari Jelang Ujian Nasional

Author Unknown - -
Home » Tika Dijemput Maut Dua Hari Jelang Ujian Nasional

Tika Dijemput Maut Dua Hari Jelang UN


Kecelakaan tragis merenggut nyawa Tika, gadis remaja 17 tahun, warga Jalan Kapten Rahmad Buddin, Medan Marelan, Sabtu (14/4) sekira pukul 16.00 WIB di ruas Jalan Titi Pahlawan, depan pabrik PT SAS.

Kepalanya hancur terlindas bus karyawan bernomor polisi BK 7881 DF setelah Tika terjatuh dari sepeda motor Mio Soul BK 4585 OF yang dikendarainya saat hendak mengelakkan sebuah lubang.
Padahal seyogianya siswi kelas III SMA Negeri 20 Bagan Deli itu bersama teman-temannya hari ini, Senin (16/4) mengikuti ujian nasional (UN) di sekolahnya.
Tetapi Tuhan rupanya berkehendak lain. Tika yang di mata keluarga dan teman-temannya dikenal sebagai anak yang baik dan cerdas, harus menghadap Sang Khalik dalam usia yang masih belia.
Setelah disemayamkan satu malam di rumah duka, jasad bungsu dari sembilan bersaudara itu dimakamkan di tempat pemakaman umum Muslim, tak jauh dari rumah duka, Minggu (15/4).
Dari informasi yang dihimpun andalas menyebutkan, sebelum kecelakaan maut itu terjadi, sore itu Tika yang mengendarai sepeda motor bermaksud pulang ke rumahnya sehabis membeli es krim di kawasan Simpang Kantor, Medan Labuhan.
Sewaktu melintas di lokasi kejadian, Tika mencoba mengelakkan sebuah lubang di badan jalan. Namun Tika justru tergelincir dan jatuh dari sepeda motornya.
Saat bersamaan, dari belakang, melaju bus karyawan. Diduga karena jaraknya sudah sangat dekat, bus langsung menabrak tubuh Tika dan menggilas kepalanya. Tika pun meregang nyawa dengan kondisi kepala pecah dan otaknya berceceran di aspal badan jalan.
Kejadian itu sontak mengejutkan warga masyarakat sekitar yang langsung mendatangi lokasi kejadian. Diduga karena takut dihakimi massa, sopir dan kernek bus, memilih kabur dan meninggalkan busnya di lokasi kejadian.
Dalam sekejap lokasi kejadian dipenuhi warga dan para pengguna jalan yang melintas. Beberapa warga berinisiatif menutup tubuh korban yang terkapar dengan kondisi sangat mengenaskan itu dengan lembaran kertas koran.
Ruas jalan yang menghubungkan Marelan-Simpang Kantor itu sempat macet selama jam karena banyaknya warga yang ingin menyaksikan kejadian itu. Tidak berapa lama kemudian petugas Satlantas Titi Papan, tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Seorang abang kandung korban yang tiba di lokasi kejadian setelah mendapat kabar kecelakaan maut tersebut tampak sangat terpukul dan langsung menangis begitu memastikan jasad gadis remaja itu adalah adiknya.
Tak berapa lama kemudian jasad gadis manis bertubuh mungil dan berambut panjang itu dia gendong dan dengan dibonceng sepeda motor lalu jasad korban dibawa ke RSU Wulan Windi di Pasar V Marelan. Setelah jasad korban dievakuasi, polisi lalu mengamankan bus dan sepeda motor korban untuk keperluan penyelidikan.
Sementara terhadap sopir bus yang melarikan diri, Kapos Lantas Titi Papan Iptu J Sinaga mengatakan masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
Sinaga mengatakan jasad Tika dibawa ke RSU Wulan Windi  atas permintaan pihak keluarga korban yang menolak jasad Tika dibawa ke RSU Pirngadi untuk divisum.
"Setelah ditangani medis di RSU Wulan Windi, selanjutnya jenajah Tika diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan," kata Sinaga.