Berbagi Ilmu Pengetahuan, selamat melihat semoga bermanfaat

  • RSS
  • Skype
  • Facebook
  • Yahoo

Twitter

Kisah Mengerikan 2 kekasih..

Author nofrijon harianja - -
Home » Kisah Mengerikan 2 kekasih..


Mendengar kekasih menikah, seorang pria bunuh diri

            Frustasi akibat kekasihnya menikah, akhirnya sang pria mengambil jalan singkat dengan cara gantung diri.  Inilah yang dilakukan Achmad Ramadhan (20), penduduk Jalan Pasar Lama, Lingkungan 29 Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Medan Sumatera Utara (Sumut). Achmad Ramadhan, ditemukan warga dalam keadaan tergantung disalah satu pohon, samping tugu pintu gerbang Jalan Tol Belmera dikawasan Lingkungan 29 Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, Sabtu siang (7/4.2012).
            Sedangkan dikawasan lokasi korban gantung diri, warga menemukan tas yang diduga milik korban, sedang dari dalam tas tersebut ditemukan selembar surat udangan atas perkawinan, pacar (kekasih) korban. Fauzi, Kepala Lingkungan 29 Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, ketika dijumpai media ini menjelaskan, korban melakukan bunuh diri dengan cara mengantungkan dierinya kesalah satu pohon disamping tugu pintu gerbang jalan tool Belmera, setelah menerima undangan dari pacarnya, yang akan menikah, Minggu (8/4.2012)
            " Mungkin mengalami frustasi akibat pacarnya akan menikah, korban yang sudah berpacaran selama satu tahun dengan kekasihnya itu, mengambil jalan pintas dengan bunuh diri, dengan cara melakukan gantung diri," tuturnya kepada wartawan di lokasi kejadian.
 Setelah kerabat korban mengetahui, keluarganya tewas gantung diri  langsung menurunkannya dari pepohonan tersebut dan kemudian membawanya kerumah duka, menurut Kepala Lingkungan, mayat korban akan dikebumikan, Minggu siang (8/4.2012). (wbs)

 

 

 

 

 

 

 

Gadis Bunuh Diri Gara-gara Diputusin Pacar

            Medan, 28/5. Indah Permata Sari (20 tahun), seorang gadis warga Dusun-IV Rahayu, Desa Sidodadi, Kecamatan Biru-biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, nekad mengakhiri hidupnya dengan gantung diri gara-gara diputusin pacar.  HARIAN BERSAMA  terbitan Kamis (28/5) pada halaman belakang  memberitakan,  korban gantung diri di kamar mandi di rumahnya.
            Menurut keterangan, sebelumnya gadis yang bekerja di salah satu perusahaan travel itu menerima pesan singkat dari seorang pria. Gadis itu mungkin patah hati karena pesan itu diduga berisi pernyataan putus hubungan. Korban tewas dengan posisi tergantung di tiang penyangga. Gadis itu dikenal baik dan ramah serta memiliki banyak teman pria, sehingga tetangga tidak menduga jika nekad gantung diri.

Remaja 16 Tahun Bunuh Pacar karena Menolak Berhubungan Intim

            Seorang remaja di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur,tega membunuh kekasihnya dengan cara mencekik korban, Minggu (12/2/2012) hanya karena kesal karena keinginannya tak dipenuhi sang pacar. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kutai Timur Ajun Komisaris Sugeng Subagyo mengatakan, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa kira-kira pukul 07.00 WITA pagi tadi. Sebelum kejadian itu, orangtua korban sudah mencari anak gadisnya itu karena semalaman tak kembali ke rumahnya di Desa Marga Mulia, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur.
            Orangtua E kaget setelah menemukan korban dalam kondisi tak bernyawa di dekat Musala Darul Mutaqqim, Desa Makmur Jaya, Kecamatan Kongbeng, Kutai Timur. 
            Kepala Polres Kutai Timur Ajung Komisaris Besar Budi Santoso, Minggu di Sangata mengatakan, tersangka HES (16) kesal karena keinginannya untuk berhubungan intim dengan E (14) ditolak oleh korban. "E dibunuh dengan cara mencekik leher karena menolak melayani nafsu birahi pacarnya sendiri yang juga masih di bawah umur, Hepi Eko Susylo (16)," kata Budi, Minggu di Sangata, Kaltim.
Polisi kemudian mendatangi rumah pacar korban dan tersangka pun mengakui perbuatannya. "Dia menolak berhubungan badan, makanya saya cekik lehernya dari belakang dan saat dia terjatuh, saya cekik lagi sampai tidak bernapas," kata tersangka seperti ditirukan oleh Sugeng.
            Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa dua buah telepon selular milik tersangka dan korban. Kedua barang bukti itu ditemukan di rumah tersangka. Polisi juga telah mengirimkan jasad korban RSUD Wahab Syahranie, Samarinda, untuk keperluan otopsi.

 

 

Seorang Atlet Panjat Tebing Bunuh Diri Karena Diputus Pacarnya

            Putus cinta memang menyakitkan dan rasa sakit itu bisa dialami siapa saja, tak terkecuali atlet panjat tebing berikut. Dwi Prasetyo (21), sempat berlatih di GOR Swecapura sebelum mengakhiri hidupnya. Sebagaimana diungkap oleh seorang saksi mata Banjar Mergan, Semarapura Kelod bernama I Komang Muliastra (45). Berlatih pukul 18.30 WITA, Dwi pun akhirnya pulang ke rumahnya.  Sesampainya di rumah, Dwi mandi lalu pergi keluar rumah dan baru kembali ke rumah pukul 23.00 WITA. Sang ayah, Samuji, sempat melihat anaknya pulang dengan wajah cemberut. Samuji pun sempat menanyai apakah anaknya tersebut lapar.
            Tak disangka, beberapa jam kemudian ia menemukan tubuh Dwi Prasetyo menggantung di kamarnya. Meski sudah dilarikan ke RSUD Klungkung, anaknya tak tertolong. Dwi pun rencananya akan dimakamkan di Banyuwangi. Sang mantan pacar, Monica, yang adalah seorang siswi kelas III SMK Negeri Semarapura mengaku sempat SMS-an dengan korban. Bunyi SMS itu ialah pernyataan bahwa korban masih mencintai Monica. Tapi balasan Monica, yang mengaku sudah punya pacar baru membuat hati Dwi sakit. Monica sendiri mengaku masih mencintai korban yang sempat membanting ponselnya saat diminta putus. Tapi dirinya terpaksa mengakhiri hubungan lantaran kedua orang tuanya tak merestui hubungan tersebut.
            Hendaknya berpikir dengan akal sehat meski hati sakit. Putus cinta bukan berarti hidup sudah berakhir. Perjalanan hidup masih sangat panjang dan penuh arti.

 

 

 

 

 

 

 

Seorang Ibu Bunuh Pacar Gelapnya

            Magelang - seorang ibu rumah tangga di Magelang, Jawa Tengah, nekad membunuh pacar gelapnya karena sang pacar menolak untuk menikahinya. Selain menikam tubuh korban dengan senjata tajam, tersangka juga memotong alat vital korban hingga putus. Murni, seorang ibu di Magelang, Jawa Tengah, nekad membunuh Nurcholis (26), pria asal Pucungan, Candirejo, Bodobudur, Magelang, Jawa Tengah yang selama ini menjadi pacarnya.  Murni membunuh Nurcholis karena korban menolak untuk menikahinya. Jenazah Nurcholis ditemukan Rabu (25/08) kemarin, dalam kondisi telanjang bulat dipinggir kali Progo, Mertoyudan, Magelang. Korban tewas secara mengenaskan dengan sejumlah luka tusukan senjata tajam dibagian dada dan kemaluannya terpotong. Kematian tragis pria yang sehari-hari bekerja sebagai kusir andong ditempat wisata Candi Borobudur, membuat kaget keluarga korban dan tidak kuasa menahan tangis.  
            Kasus pembunuhan yang mengemparkan warga Kabupaten Magelang ini terbongkar, karena pelaku menyerahkan diri ke Polsek Borobudur, Magelang. Berdasarkan pengakuan tersangka, peristiwa itu bermula ketika Selasa lalu, ia diajak kencan oleh korban dan melihat-lihat pemandangan ditepi sungai Progo.  Saat itulah, ia mengutarakan keinginan yang terpendam sejak lama, agar korban segera menikahinya. Mendengar permintaan tersangka, korban marah dan mengancam akan membunuhnya. Karena jengkel dan terancam keselamatan jiwanya, tersangka lalu mengambil pisau dan langsung menusuk korban. Melihat korban jatuh tersungkur, tersangka kemudian memotong kemaluan korban dan membuangnya ke rerumpunan bambu.
            Untuk kepentingan penyidikan, hingga kemarin tersangka masih mendekam di tahanan Polres Magelang.
















Seorang Pria Tega Bunuh Pacar Sendiri

            Kepolisian Resor Kota Banjarmasin menetapkan pacar dari korban pembunuhan di Losmen Kelayan Indah jalan KS Tubun Banjarmasin sebagai pelaku sekaligus tersangka dalam kasus tersebut. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin, Kompol Roy Satya Putra SH Sik di Banjarmasin, Minggu (25/3/2012) mengatakan, saat ini tersangka sedang dalam perawatan medis karena dia juga mengalami luka tusuk diperkirakan wanita yang juga pacarnya itu sempat melawan sebelum meninggal dalam keadaan bugil atau tanpa busana.
            Kejadian pembunuhan dengan korban pacar dari tersangka sendiri itu dilakukan di Losmen Kelayan Indah jalan KS Tubun pada Sabtu (24/3) sekitar pukul 20.00 wita, kamar 06 lantai 2. Sedang untuk tersangka sendiri diketahui berinisial HM alias Madi (43) yang diduga tega menghabisi nyawa pacar sendiri yang diketahui bernama Muryati (20) yang mana keduanya sama-sama beralamat di jalan Kuin Selatan tepatnya di Gang Ami Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin.
"Saat ini tersangka Madi sedang mendapat perawatan medis yang diduga setelah menghabisi nyawa pacarnya sendiri lalu diduga juga mencoba bunuh diri, karena terlihat ada luka lain selain luka tusuk di bagian perut, Madi saat ini masih mengalami kritis," terangnya.
            Roy terus menambahkan, motif dari kejadian ini dilatar belakangi kecemburuan yang berlebihan karena tersangka cemburu buta dan banyak habis membiayai korban yang juga pacarnya sendiri dan tak tahan melihat korban Muryati yang diperkirakan banyak pacar selain dirinya sehingga memilih untuk menghabisi nyawa pacarnya itu.
Dari kejadian ini, polisi dari Polresta Banjarmasin telah memeriksa beberapa saksi yang diketahui berjumlah tujuh orang yang mana saksi iti berasal dari 2 orang tamu yang berdekatan dengan tempat kejadian, dan 5 dari karyawan Losmen Kelayan Indah.
            Saat ini ketujuh saksi tersebut sudah dimenjalani pemeriksaan oleh pihak penyidik dari Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjarmasin, untuk mengetahui motif lebih dalam kasus pembunuhan tersebut.
Dari kejadian pembunuhan tersebut polisi mengamankan beberapa barang bukti diantaranya pisau yang digunakan untuk melakukan pembunuhan itu, buku cek in tamu, dan kamera CCTV, namun kamar tempat kejadian tidak dipasang garis polisi.
            "Kamar 06 tidak kita pasang garis polisi, namun untuk sementara kamar tersebut hanya kita kunci saja, dan kunci dibawa pihak penyidik, setelah pemeriksaan selesai baru kunci tersebut kita serahkan ke pihak losmen," tutur pria yang murah senyum itu.
            Sekedar untuk diketahui korban Muryati tewas dengan beberapa luka tusuk dibagian tubuhnya, sedang untuk tersangka yang juga pacar korban sendiri, kritis karena mengalami satu luka tusuk dibagian perut dan banyak mengeluarkan darah dari luka tersebut, demikian Roy. (Fat/An)


 

 

 

 

 


Sepasang Kekasih Bunuh Diri di Hari Valentine


Selasa, 14 Februari 2012 17:31 WIB
            Seorang gadis remaja berusia 16 tahun, mengakhiri hidupnya, karena dijodohkan dengan orang yang tidak disukainya di hari kasih sayang atau valentine, Selasa (14/2/2012).
Gadis itu, Mitu Molla ternyata tak sendiri, ikut bersamanya kekasihnya yang masih berusia 17 tahun, Soud Sheikh. Mereka berdua bunuh diri dengan cara melompat dari sebuah menara pemancar di Kabupaten Gopalgani, dengan keadaan tangan terikat.
            "Mereka meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Tampaknya mereka berasal dari dua desa yang bertetanggaan, dan memiliki hubungan. Mereka memilih Hari Valentine untuk mengakhiri hidup mereka," kata Inspektur Polisi, Sarojit Biswas, kepada AFP.
Berdasarkan penyelidikan pihaknya, keluarga Mitu, menikahinya dengan seorang pria, yang berumur dua kali dari usianya. Ia dibawa keluarganya dari desa, untuk dipaksa menikahi pria itu. Ia sebenarnya telah menolak untuk dinikahkan, pasalnya hatinya sudah terpaut kepada Soud.
            Soud sendiri, merupakan seorang siswa SMA di Ibukota Bangladesh, Dhaka, ia diam-diam kembali ke desa pada Senin malam untuk menjumpai gadis itu.
"Kemungkinan besar, anak laki-laki itu, dan gadis itu berbicara melalui telepon seluler untuk bersama-sama bunuh diri," tuturnya.